Waktu terus bergulir seiring
langkah yang terasa berat. Sementara sang surya masih blum beranjak dari
peraduannya. Aku bergegas menyusuri gang menuju kantor untuk menyiapkan
peralatan liputan ke Surabaya diiringi hujan rintik yang tak kunjung reda.
Kepanikkan di sepanjang perjalanan mengiringi langkahku. Sesekali Aku melihat jam
tangan yang menunjukkan waktu 04.26 Wib, sementara tangan kananku tak henti
hentinya menelpon Linda, reporter yang menjadi tim untuk liputan progam
magazine reality. Namun yang ada hanya jawaban dari sistem jaringan untuk
meninggalkan pesan.
Peralatan semua sudah beres. Sambil duduk di lobi kantor ketegangan ini masih berkecamuk. Menghubungi lewat HP selular seakan tak ada hasil. "tiittt...tiittt..." tiba-tiba suara klakson mobil antaran membuat saya kaget. secepatnya barang dan peralatan dinaikkan ke mobil dan langsung tancap gas ke tempat Linda yang sepertinya msh blum beranjak dari lelap tidurnya. Untungnya tempat dia tinggal tidak begitu jauh dari kantor.
"waduh...gerbang kos nya dikunci lagi" gumam ku sambil teriak teriak ngebangunin Linda dari luar gerbang. Tak kunjung ada respon, aku pun naik pagar. "Linda..Lindaa... buka pintu" ujarku sambil gedor pintu. "Ada apa Di...kok kayak panik gitu" jawab Linda sambil masih ngumpulin nyawa. "lu D-L-K (Dinas Luar Kota) Surabaya sekarang, lu lupa..." jawab ku. "astagfirullah... gue lupa.." jawab Linda sambil ngambil tas masukkin baju dan keperluan lainnya dengan cepat. "buruan Lin, kita dah telat.." ujar ku kesal.
Jam terasa begitu cepat, waktu menunjukkan jam setengah enam. Mobilpun melaju kencang tanpa hiraukan kecepatan dan keselamatan. "Percuma ngebut, ini sudah telat... aku gak mau ganti uang tiket pesawat ya lin.. lu ganti sendiri.."ujar ku dalam menumpahkan kekesalanku. "iya Di, saya ganti.. maaf ya Di..sy gak bakal ngulangin lagi" jawab Linda. "gila aja lu Lin, klu mau ngulangin lagi... buang buang duit gak jelas gara gara ketiduran habis dugem... gue gak masalah lu mau ngapain tapi jangan sampe lu lupa tanggung jawab..." ujar ku.
"astaggggfirulah.." hantaman keras dari belakang menghajar mobil yg kami tumpangi, mobil kami pun menghajar mobil depan. Kemacetanpun tak dihindarkan. "yaa rabb cobaan apalagi ini..." ujar ku. Mobil yang kami tumpangi terlibat tabrakan beruntun. sebanyak 7 mobil rusak parah tapi beruntungnya tidak ada korban jiwa. kamipun bergegas menghubungi kantor untuk memberitahukan kejadian ini.
====== bersambung...=====
"astaggggfirulah.." hantaman keras dari belakang menghajar mobil yg kami tumpangi, mobil kami pun menghajar mobil depan. Kemacetanpun tak dihindarkan. "yaa rabb cobaan apalagi ini..." ujar ku. Mobil yang kami tumpangi terlibat tabrakan beruntun. sebanyak 7 mobil rusak parah tapi beruntungnya tidak ada korban jiwa. kamipun bergegas menghubungi kantor untuk memberitahukan kejadian ini.
====== bersambung...=====

Komentar
Posting Komentar